RDPU Komisi VI Dengan MUI, ASENDO dan APTRI

Komisi VI DPR RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Asosiasi Spiritus & Ethanol Indonesia (ASENDO), Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Majelis Ulama Indonesia (MUI),  pada hari Rabu, 24 Juli 2019, di ruang rapat Komisi VI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan. Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun, selaku salah satu Anggota Komisi VI dari FPKS, menghadiri RDPU ini.

Dalam RDPU kali ini ASENDO menyampaikan keberatan atas akan dihapusnya bea masuk produk etil alkohol dari pakistan melalui “Perjanjian Perdagangan Preferensial Antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Islam Pakistan”. Sebelumnya  tarif cukai impor etil alkohol berjumlah 30 persen.

Pada perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan Pakistan, dinegosiasikan penghapusan tarif etil alkohol dari Pakistan untuk menjaga pasokan minyak kelapa sawit dari Indonesia yang sedang bersaing dengan Malaysia  ke Pakistan.

Selain ASENDO, Ketua Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Bpk. Soemitro Samadikoen mengatakan Harga jual gula petani tebu sudah rendah, masa untuk etanol pun petani tebu bersaing dengan impor. Sedangkan co-product dari tebu adalah tetes, yang merupakan bahan baku etanol, harus diproses lebih lanjut. Juka penyimpanan penuh, maka produksi gula harus dihentikan.

Harga etanol yang murah dari Pakistan tidak lepas dari produksi mereka yang berlimpah di sektor tersebut. Pakistan menyentuh angka 900 juta liter produksi etanol, sedangkan Indonesia hanya 180 juta.

Menurut kedua asosiasi Indonesia tidak memiliki urgensi mengimpor etanol karena produksi etanol di Indonesia 180 juta sedang  kebutuhan hanya 90 juta. Sisa surplus tersebut sebagian besar diimpor ke beberapa negara.

MUI sendiri menolak karena ini secara langsung berkaitan dengan penyalahgunaan alkohol. MUI yang diwakili Bpk.  Lukmanul Hakim mengatakan, dengan tarif impor dipangkas menjadi 0% berarti harga minuman keras bisa lebih murah. (TGN.26/07/2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *